aku pernah menangis di balik kaca jendela menyimpan suara tangis dibalik deras hujan berteriak tanpa suara meninggalkan jejak airmata, aku pernah khilaf dengan seringkali berpikir bahwa hidup ini tak adil, Tuhan pilih kasih ia sama sekali tak memberiku kesempatan untuk menikmati kasih sayang seorang ayah ia sama sekali tak memberiku kesempatan menikmati perhatian penuh dari seorang ibu ia juga tak memberiku kesempatan bagaimana rasanya menikmati malam dibalik dekapan mereka, hanya ada suara hentakan kaca hempasan tangan dan suara tangis. hanya itu gambaran masa kecilku yang kuingat. sepertinya Tuhan terlalu enggan menuliskan setitik kebahagiaan untukku saat itu. hingga aku tak mengerti apa hebatnya uang saat yang dibutuhkan hanyalah kasih sayang. Tuhan ada banyak sesak yang tertanam di dadaku tentang hidup juga pertanyaan " apa tidak ada peranan yang lebih baik dari ini untuk aku di duniamu?'